Dr. DARREN CHUA

+(65) 9851-5162

NEWSLETTER

Get Free Tips, Tools And Stories

For Living An Empowered Life

"Jangan marah jika itu tidak bagaikan yang dikau impikan. "

Saya lain tahu berjenis-jenis tentang film ini mula menontonnya dekat pemutaran dasar tadi gelita. Yang ana tahu adalah Dardenne Brothers, pemenang Cannes, Frenchie, Boy, Bike. Yah, itu cukup bagiku! Aku suka film Perancis bersama selalu membaca tentang Dardenne Brothers, tetapi belum cek salah esa film gubah. Saya akal saya memeriksa 'Rosetta' bertahun-tahun yang dahulu, tetapi ana bingung untuk film enggak. Film itu memenangkan Palme d'Or di Cannes hendak tahun 1999, hadiah adi- festival. Enam tahun belakangan mereka berhasil lagi bikin L'Enfant (The Child). Perian lalu The Boy With A Bike memenangkan gelanggang kedua, The Grand Prix di Cannes. Pelacur ini serius! Benar, ketika abdi menerima bilyet masuk lakukan pemutaran gambar hidup, saya baka menerimanya.

Ini adalah film tentang seorang anak lelaki dayuh yang dahaga cinta ayahnya. Dia gerangan juga bekerja yatim piatu. Ayahnya nang lemah menolaknya, ke wajahnya. Sulit bikin ditonton, hanya dilakukan bersama indah. Bioskop ini terbuka secara alami, secara organik. Ada amat sedikit nada dan dialognya digunakan secara minimal. Tidak ada yang ekstra di sini. Ada kesenyapan untuk komidi gambar ini. Kelemahlembutan, Cinema 21 Download - https://idnxxitv.net/ mungkin cerminan bocah itu dan barang apa yang sedia di berbobot dirinya. Sira berjuang dengan tidak bena bagaimana membereskan frustrasinya. Beliau hanya menghajatkan ayahnya. Kita melihat perjalanannya dan upayanya untuk menemukan kedamaian dengan semua omong kosong yang siap diberikan padanya. Mungkin terbetik maudlin, cuma tidak sudah demikian. Ini nyata seperti nyata mungkin bisa berpunya di film.

Sesuatu yang mengejutkan aku tentang film dan awam film asing - dalam hal ini - adalah bagaimana ananda itu digambarkan. Dia tidak melihat orang mati, dirinya tidak mesem dan mengedipkan mata dan terlihat lucu untuk alat potret, dia enggak terlalu dewasa seperti anak-anak di berbagai macam film Amerika. Dia digambarkan seperti ibnu berusia 12 tahun. Ibnu yang memiliki masalah faktual. Dia nir- seorang awal, ditolak atas ayahnya beserta tinggal pada fasilitas beri tahu. Tanpa pengalaman hidup untuk membantu membimbingnya melalui masalahnya, dia beraksi. Dia melukai dirinya awak dan orang lain. Sira menyerang. Sira mundur. Dia berjuang untuk menemukan kemufakatan dan bersama ini enggak dapat melihat apa yang berhasil dalam hidupnya. Kita semua sudah ke bertambah, sebagai anak-anak atau orang dewasa.

Para pembuat bioskop mempercayai benih mereka. Mereka membiarkannya bangkit, mereka bertakzim cerita, karakter di dalamnya, dan penonton. Jika Awak menonton film ini, abdi jamin Engkau akan terbangun oleh bocah ini dan Anda hendak merasakan belas kasihan sejati padanya. Bukan karena Anda disuruh, tetapi beserta Anda memantau diri awak, atau seseorang yang Anda cintai di dalamnya. Tidak-tidak untuk lain melakukannya. Kita semua bangkit dalam aksi, tidak hirau seberapa besar atau kecil. Buka maupun tutup. Bani dengan pit sangat damba menjalani acara.

Anda ahli menonton bioskop online secara gratis dekat sini.

BACK